Bahtera Adiguna, Pasok Batu Bara Untuk Pembangkit Jawa

Author : Administrator
Bahtera Adiguna, Pasok Batu Bara Untuk Pembangkit JawaMenurut Dirut PT Pelayaran Bahtera Adiguna (PBA), Bima Putrajaya, total batubara yang akan diangkut untuk pasokan PLTU selama 2012 sebesar 7,3 juta ton per tahun. PBA sebelumnya juga men­dapat tugas mengangkut batubara untuk PLTU Tanjung Jati B di Jepara Jawa Tengah. Anak perusahaan PLN ini akan mengangkut maksimal 20 persen dari kebutuhan batubara tersebut.

Beberapa PLTU yang batu bara akan diangkut PBA adalah PLTU La­­­buan Banten 2x300 MW, PLTU Suralaya Baru Banten 1x625 MW, PLTU Lontar Tangerang 3x315 MW, PLTU Indramayu Jawa Barat 3x330 MW, PLTU Rembang Jawa Tengah 2x315 MW, PLTU Paiton Jawa Timur 1x660 MW, PLTU Cilacap Jawa Tengah 1x660 MW, PLTU Pelabuhan Ratu Jawa Barat 3x350 MW dan PLTU Pacitan Jawa Timur 2x315 MW.

“Untuk merealisasikan keter­se­­diaan armada yang digunakan yaitu Tug and Barge, Self Propeller Barge dan Vessel, selain diangkut dengan kapal milik sendiri,  PBA juga melakukan Kerja sama Operasi (KSO) dengan beberapa mitra perusahaan penyedia transportasi laut,” ujar Bima Putrajaya
Pengadaan kapal yang dibutuhkan pada 2012 dan tahun - tahun be­rikut­nya dilakukan saat ini melalui second hand market dan dari galangan kapal. Dengan beroperasinya PLTU 10.000 MW secara bertahap hingga 2014 ma­ka kebutuhan batubara seluruh PLTU akan meningkat hingga 80 juta ton per tahun.

Dengan semakin bertambahnya kar­go yang akan diangkut, maka untuk memenuhi transpotasi yang andal ke PLTU milik PLN dan independen power producer (IPP), maka PBA membuka peluas KSO dengan para transportir dan dimulainya pembangunan armada berbagai tipe dari tug and barga, self propelller barge dan vessel dari industri galangan.

Bontang Coal Terminal

Bertepatan dengan telah bero­perasinya PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4, BAG telah memenuhi penugasan untuk menyediakan 2 kapal Panamax yaitu kapal motor (KM) Kartini Baruna dan Kartina Samudra untuk mengangkut batubara dari Bontang Coal Terminal dan Tanjung Bara Coal Terminal Kalimantan Timur, dengan volume 3,6 juta ton/tahun selama 20 tahun.

Kedua kapal panamax tersebut masing-masing berumur 6 dan 7 tahun, dengan panjang seluruhnya kurang lebih 225 meter, lebar sekitar 32 meter dan tinggi sekitar 19 meter. Kemampuan daya angkut untuk KM Kartini Baruna sebesar 75.600 DWT dan KM Kartini Samudra sebesar 73.600 DWT, dan kecepatan rata-rata hingga 13.5 KNOT, sehingga waktu tempuh dari loading port ke PLTU Tanjung Jati B sekitar 2.5 hari. Dengan mengoperasikan kapal yang relatif baru ini merupakan komitmen PBA untuk dapat menjamin keamanan pasokan batubara ke PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4.

KM Kartini Baruna milik PT PBA, di­operasikan oleh ship management bereputasi internasional yaitu Anglo Eastern - Hongkong. Sedangkan KM Kartini Samudra merupakan ha­sil KSO antara PT BAg dengan PT Ja­ya Samudra Karunia Kedua kapal panamax tersebut dioperasikan oleh PT Pelayaran Bahtera Adiguna  anak perusahaan PLN yang bergerak di bidang pelayaran. BAg mendapat tugas dari PLN untuk menyediakan trans­portasi angkutan batubara untuk PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 kapasitas 2 x 662 Mega Watt (MW).

Sedangkan KM Kartini Samudra dioperasikan dengan pola kerja sama operasi (KSO) antara PT Pelayaran Bahtera Adiguna dan PT Jaya Samudra Karunia, salah satu perusahaan per­ka­palan Indonesia. Kapal Kartini Samudra baru saja membawa batubara sebanyak 68.010 MT dari pelabuhan Tanjung Bara, Kaltim Prima Coal.

“Tujuan operasi kedua kapal pe­ngangkut batubara ini adalah untuk mengamankan kebutuhan pa­so­kan batubara ke PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 sebesar 3,4 juta ton/tahun. Waktu tempuh pengangkutan batu bara dari Kalimantan Timur ke Jepara sekitar 2,5 hari,” lanjut Bima.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan PLTU Tanjungjati B adalah pemasok 10 persen kebutuhan listrik Jawa Bali. Karena itu keamanan pasokan bahan bakar batu bara untuk pembangkit ini harus dijaga dengan baik untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke Jawa Bali.

PT PBA merupakan perusahaan pe­la­yaran yang menjadi anak perusahaan PLN sejak Agustus 2011 setelah pe­me­rintah secara resmi menyerahkan saham PT PBA ke PLN. “Pengalihan saham ke PLN ini bertujuan untuk si­ner­gi BUMN dalam mendukung bisnis PLN,” kata Direktur Utama PLN, Nur Pamudji.

Pengalihan ini juga sangat me­ng­un­tungkan PLN untuk menjaga ke­amanan pasokan batubara ke pembangkit PLN. Pada tahun 2012 ini PLN menargetkan penggunaan batu bara untuk pembangkitnya sebesar 39,6 juta ton.

Menteri BUMN meyakini, PLN bisa  mem­bantu restrukturisasi Bahtera. Hal ini setidaknya sudah ditunjukkan melalui pemberian bantuan dana talangan restrukturisasi serta kontrak angkutan batubara PLN sebanyak 3,6 juta ton per tahun selama 20 tahun ke PLTU Tanjung Jati B.■


1 voters

2 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas