BUMN: Akan Di Reformasi

Author : Administrator
BUMN: Akan Di Reformasi Presiden SBY meng­­intruk­­sikan Dahlan Iskan untuk melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Ke­men­te­rian BUMN. Tujuan utamanya mencegah gaya hidup hedonis para pejabat dan karyawan, mampu­kah? >Deddy Hassan

Keppres nomor: 59/P/2011 me­ngantarkan Dahlan Iskan resmi menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru meng­gantikan pejabat lama Mustafa Abubakar. Penunjukan mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu diharapkan bisa membawa angin segar bagi Kementerian BUMN.

Penunjukan-nya menjadi men­teri bukan tanpa alasan, SBY kepincut  dengan prestasinya memoles kinerja PLN menjadi lebih baik.Dalam sambutannya usai serti­jab, man­­­tan chief executive officer (CEO) Ja­wa Pos itu menyatakan akan memangkas birokrasi guna meningkatkan kinerja dan aksi  korporasi perusahaan pelat merah.

Tugas berat kini menanti  DIS, pasalnya, pengeluaran anggaran belanja para pejabat dan pegawai sebesar Rp 1.075 triliun berbanding terbalik dengan laba  yang diperoleh 144 BUMN. Inilah yang membuatnya menerima amanah baru untuk memperbaiki dan mereformasi kinerja Kementrian BUMN.

Menurut Dahlan, crass program yang akan dilakukan usai dilantik menjadi orang nomor satu di kementrian BUMN ada­lah melakukan perubahan etos  kerja. Pihaknya berkomitmen untuk me­ngu­rangi lalu lintas surat,laporan kepada kementerian dan rapat-rapat kerja hingga 50%. “Birokrasi yang terlalu rumit sangat mengganggu kinerja BUMN. Saya akan merubah hambatan koor­porasi seperti ini dan kedepan inr­­tervensi terhadap seluruh BUMN akan dikurangi untuk menciptakan kemandirian dan ketangguhan,” ungkap Dahlan

Direksi BUMN Optimis

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Sofyan Basir, menilai Dahlan Iskan memiliki latar belakang pe­ngusaha dan mengerti persis permasalahan di dunia bisnis. Tak hanya industri riil, mantan bos Jawa Pos itu juga dianggap mengetahui persis dunia per­bankan.
“Pak Dahlan punya latar be­lakang pengusaha yang bagus dan dia paham betul mengenai kendala di dunia bisnis,” ujar Sofyan di kantor Kementerian BUMN.

Hal senada juga diungkapkan Di­rek­tur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Iqbal Latanro, yang menilai sosok Dahlan memiliki latar belakang bisnis yang baik. Bahkan, Iqbal yakin dengan kepemimpinan Dahlan Iskan sebagai orang nomor satu bagi 141 perusahaan milik pemerintah.
“Tentunya, kami punya harapan yang tinggi dan dia punya background bisnis yang baik. Ke depan, kami ber­harap budaya korporasi dapat le­­bih menonjol dan berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk, Gatot Mudiantoro Suwondo berpendapat, terpilihnya Dahlan Iskan sebagai menteri BUMN diharapkan akan memperbaiki mekanisme korporasi di lingkungan perusahaan pemerintah.

“Jelas dikatakan Pak Dahlan bahwa intervensi akan dikurangi, saya kira itu sudah jelas,” papar Gatot. Dia juga berharap Kementerian BUMN di bawah menteri yang baru tidak akan menaikkan persentase dividen yang harus dibayar oleh perbankan milik pemerintah.
Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti menilai rencana Menteri BUMN memperbanyak aksi korporasi dan mengurangi campur tangan akan berdampak positif terhadap pa­sar modal. Pasalnya, jumlah BUMN yang melantai di Bursa masih terbatas.■


0 voters

0 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas