Dukung Zero Waste, STT PLN Sosialisasikan TOSS di NTB

Author : Franki Dibuat : Feb 21, 2019

Dukung Zero Waste, STT PLN Sosialisasikan TOSS di NTB
Listrik Indonesia | Untuk mendukung program Zero Waste, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyelenggarakan sosialisasi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), pada Selasa (19/2), di Kantor DPMPTSP.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) – PLN,  yang memiliki program pengolahan sampah dengan model Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Sebuah metode sederhana untuk mengolah sampah di desa desa melalui proses fermentasi (peuyeumisasi) pada boks bambu berukuran 2x1x1 m2 untuk kapasitas 500 kg-1 ton sampah, selanjutnya dicacah dan dipeletisasi sebagai bahan baku energi. Melalui TOSS, masyarakat mampu mengatasi permasalahan sampah dan berkontribusi pada industri energi dan ketenagalistrikan.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Lalu Gita Aryadi, mengatakan bahwa latar belakang kegiatan ini, mendukung program Zero Waste yang digagas Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Siti Rohmi Djalillah, “NTB Bebas Sampah di Tahun 2023”.

Menurut Kepala DPMPTSP, aspek kedisiplinan atau budaya masyarakat tentang kepedulian untuk membuang, pemilahan dan pengolahan sampah sangat minim. Sehingga perlu diberikan pengetahuan tentang cara pengolahan sampah sehingga memiliki nilai ekonomis.

Sementara itu, Sekretaris Perusahan dan Project Manager TOSS Bali dan Nusa Tenggara, Arief Noerhidayat mengatakan bahwa STT PLN berhasil melakukan penelitian dan inovasi TOSS pada 2016, kemudian diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Klungkung, Bali sejak Agustus 2017 dan mampu meraih penghargaan Top 40 Innovation dari Kementerian PAN RB dan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam waktu 1 tahun TOSS mampu memberdayakan masyarakat setempat untuk memanfaatkan dan mengolah sampah menjadi menjadi pelet berkalori 3300 kcal/kg yang dapat dimanfaatkan untuk pengganti kayu bakar, pembangkit listrik skala kecil, hingga uji coba cofiring pelet sampah dengan batu bara pada PLTU.

“Sebagai institusi pendidikan, STT PLN yang berafiliasi dengan PT PLN (Persero) berkewajiban untuk menyolusikan permasalahan energi nasional. Kami pun melihat ada peluang merubah sampah menjadi berkah. Sehingga kami menawarkan dan mensosialisasikan Model TOSS untuk melengkapi model Bank Sampah yang sudah berhasil dan banyak dipraktikkan oleh kalangan masyarakat peduli sampah. TOSS menawarkan kemudahan dan keunggulan yang sederhana sebelum dibuang di TPS atau TPA,” kata Arief.

Arief yang datang bersama dengan timnya ke NTB, menjelaskan bahwa proses olah sampah dengan metoda TOSS tidak memerlukan pemilahan awal, pemrosesan sampah yang cepat, dan memiliki  keunggulan dari sisi pemanfaatannya karena produknya menjadikan sampah sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk pelet atau briket yang lebih mudah dijual atau dimanfaatkan untuk industri skala kecil, menengah, hingga rumah tangga.

TOSS adalah metoda yang tepat untuk solusi permaslaahan sampah di NTB. Metode praktis pengolahan sampah, dengan menjadikan hasil olahannya sebagai bahan bakar listrik, sekaligus mensukseskan program NTB Bebas Sampah Tahun 2023. (AM/Fr)

Tags : News
Terakhir disunting : Feb 21, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top