Studi Kelayakan Tongkat Penuntun Bagi Para Investor

Author : Administrator
Studi Kelayakan Tongkat Penuntun Bagi Para Investor

Di khasanah kepustakaan tanah air, banyak terbit buku mengenai studi kelayakan. Namun buku yang mengulas tentang studi kelayakan proyek pusat listrik rasanya belum pernah ada.

Tidak bisa dibantah, listrik kini telah berperan sebagai “sokoguru” perekonomian suatu Negara. Sering terdengar “rule of thumb” bahwa untuk menunjang pertumbuhan ekonomi A % per tahun, diperlukan dukungan tambahan investasi sektor kelistrikan sekitar 2A % per tahun. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada acara CEPSI ke XIX di Nusa Dua, Bali pertengahan Oktober 2012 lalu memberi gambaran lebih nyata: untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5% per tahun, dibutuhkan tambahan investasi kelistrikan sebesar 5.000 MW dengan nilai USD 9,6 Miliar per tahun. Pemerintah hanya bisa memberi USD 1 Miliar per tahun, sehingga sisanya USD 8,6 Miliar per tahun membutuhkan dukungan swasta.

Investor (listrik swasta) pasti menitikkan air liur mengetahui besarnya kesempatan yang demikian besar. Investor pada umumnya adalah individu atau entitas bisnis pemilik ekuitas. Mereka berkemampuan meminjam dana investasi dari lembaga keuangan. Ciri khas mereka adalah selalu berpikir tanpa henti, bagaimana memperbesar nilai aset yang telah dimiliki. Namun celakanya, mereka sering mempunyai kelemahan elementer, yaitu hanya punya pengetahuan minimal tentang bidang obyek yang akan menjadi ajang investasi. Sektor kelistrikan mirip “rimba raya” bagi mereka, di dalamnya berkelindan berbagai disiplin teknik, ekonomi, lingkungan, pengelolaan risiko, hukum dan peraturan, optimalisasi pengambilan keputusan dan konjungtur perekonomian dunia.

Investasi di sektor kelistrikan adalah investasi yang sangat baik. Tidak pernah terdengar satu pun perusahaan listrik di dunia yang jatuh bangkrut. There is no business like electricity business. Namun seperti di setiap jenis investasi, di sektor kelistrikan berlaku juga kiasan “kalah mata, kalah uang”, artinya jangan pernah masuk ke dunia remang-remang, kecuali bila anda rela kehilangan uang. Para investor, terutama investor kelistrikan perlu memahami dengan seksama seluk beluk dunia kelistrikan, sebelum berangkat memulai investasi. Jangan hanya mengandalkan intuisi atau nyali, karena ilmu pengetahuan sesungguhnya telah menyediakan suatu “tongkat penuntun” guna memandu mengarungi dunia remang-remang yang menggairahkan itu, yaitu studi kelayakan proyek.

Proyek pusat listrik adalah suatu proyek investasi. Segenap pemangku kepentingan proyek pusat listrik pasti menginginkan agar pusat listrik yang telah dibangun selalu dalam keadaan sehat-wala’fiat, aman, sejahtera: jadual pembangunan tercapai tepat waktu, biaya konstruksi wajar (affordable) dan terkendali, kinerja operasi bagus dan andal, efisiensi bahan bakar tinggi, biaya perawatannya tidak merongrong, serta limbahnya tidak mencemari lingkungan.

Peran klasik studi kelayakan adalah mempelajari, mengevaluasi dan memprediksi apakah suatu (rencana) proyek investasi dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak. Proyek yang secara teknikal baik dan diprediksi menghasilkan manfaat atau keun-tungan, bisa dilanjutkan ke tahap pelaksanaan. Namun kegunaan studi kelayakan proyek sesungguhnya lebih luas dari itu, ia mampu mengidentifikasi berbagai alternatif/opsi, memilih alternatif paling optimal, memaparkan semua risiko serta memprediksi manfaat yang diperoleh investor.

Studi kelayakan diperlukan untuk menghindari keputusan keliru berupa investasi yang memakan sumber daya besar, tetapi ternyata hanya menghasilkan manfaat atau keuntungan (finansial, ekonomi atau lainnya) yang kecil atau bahkan rugi.


Pertama Dalam Jenisnya

Di khasanah kepustakaan tanah air, telah banyak terbit buku mengenai studi kelayakan. Namun buku yang mengulas tentang studi kelayakan proyek pusat listrik rasanya belum pernah ada. Maka terbitnya buku “Studi Kelayakan Proyek Pusat Listrik” tulisan Agus Darmadi ini layak disambut dengan suka cita. Diketahui penulis buku itu adalah mantan karyawan BUMN kelistrikan yang telah banyak makan asam garam dunia kelistrikan Indonesia.

Buku ini perlu disimak karena dianutnya kaidah dasar ekonomika enjinering dalam pembuatan studi kelayakan proyek, yaitu: setelah studi teknis selesai dilaksanakan dan menghasilkan beberapa opsi, pemilihan hanya satu opsi proyek yang “go” (proyek yang layak diimplementasikan) didasarkan pada hasil kajian finansial proyek tersebut. Aspek finansial tetap menjadi “mahkota” dalam studi kelayakan proyek, yaitu sebagai pemilih akhir dari sekian opsi yang ada. Oleh karena itu pembaca buku ini pertama-tama akan dibawa bertamasya ke alam keteknikan proyek pusat listrik. Berbagai opsi atau alternatif teknik akan ditemukan sebagai hasil kajian aspek teknik. Selanjutnya kriteria finansial akan dipergunakan untuk memilih opsi teknik yang paling optimal dan kemudian ditabalkan sebagai proyek yang layak.

Bab I secara luas membahas tentang seluk beluk proyek, utamanya proyek pusat listrik. Satu hal yang menarik pada bab ini adalah pembahasan tentang risiko dan ketidakpastian proyek. Berbagai jenis risiko proyek pusat listrik dibahas, antara lain risiko-risiko proyek tidak rampung, pembengkakan biaya, salah pilih teknologi, kelangkaan bahan baku, force majeur dan (konjungtur) ekonomi. Ada empat teknik pengelolaan risiko, yaitu menghindari, mengurangi, mengalihkan dan menerima risiko. Secara salah kaprah, pengelolaan risiko kadang-kadang hanya dianggap sama dengan mitigasi risiko. Mitigasi (= mengurangi) risiko sesungguhnya hanya merupakan salah satu teknik dalam manajemen risiko.

Bab I juga membahas aspek yang makin lama makin perlu mendapat perhatian umat manusia yang hidup di bumi, yaitu aspek lingkungan hidup. Kini makin gencar gerakan kesadaran, bahwa selama ini manusia bumi terlalu rakus mengeksploitasi bumi, antara lain hasilnya digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) selalu dikaitkan dengan mekanisme perijinan penyelenggaraan suatu proyek kelistrikan, agar pelaksanaannya berjalan efektif dan mencapai sasaran yang ditetapkan.

Bab II mengajak pembaca memahami listrik, bagaimana cara membangkitkan, cara memilih teknologi pusat listrik, studi-studi kelistrikan terkait, memilih lokasi tapak proyek, memilih jenis bahan bakar yang digunakan, mengetahui tiga jenis bahan bakar fosil utama (batubara, minyak bumi dan gas alam) dll. Dalam studi kelayakan pusat listrik, hasil kajian aspek teknik ini diwujudkan dalam sebuah disain konseptual. Inilah salah satu wilayah samar-samar yang sering kurang dimengerti oleh para investor. Mungkin karena keterbatasan waktu dan ruang, tampak penulis buku membahas aspek teknik secara tidak terlalu mendalam. Namun hal ini sama sekali tidak mengurangi pentingnya membaca bab ini, karena ia telah berperan sebagai penggugah semangat mempelajari aspek teknik secara lebih mendalam, jika berminat.

Aspek “mahkota” studi kelayakan proyek dibahas pada Bab III. Kriteria finansial tradisional (seperti IRR, NPV dan Benefit/Cost Ratio) dibahas lengkap dengan contoh-contohnya. Dengan berkembangnya sistem komputasi, metode simulasi Monte Carlo merupakan metode paling canggih dalam membuat analisis sensitivitas pengukur manfaat investasi. Pada bab ini pembaca juga diingatkan bahwa semua analisis finansial sifatnya adalah pro-forma, karena semua angka-angka yang digunakan dalam analisis baru berupa prediksi, prakiraan atau estimasi.

Lima langkah dalam menyusun studi kelayakan proyek pusat listrik diuraikan dalam bab IV, disertai contoh-contoh.


Lugas dan Menyenangkan

Apresiasi pantas diberikan pada penulis buku ini, karena upayanya yang luar biasa dalam menuliskan berbagai belitan keilmuan yang rumit menjadi bahasan yang menyenangkan, tanpa mengurangi arti penting materi-materi yang dibahas. Penulis cukup jeli dengan menampilkan boks berisi fitur para tokoh dunia di bidang teknik dan ekonomi yang sangat menyegarkan untuk dibaca. Manusia masa kini diingatkan apa peran Michael Faraday di bidang kelistrikan.

Demikian pula kita terkesima akan eksentrisitas John M. Keynes, peletak dasar teori intervensi pemerintah pada perekonomian Negara. Contoh-contoh perhitungan yang diberikan juga sangat memudahkan pembaca untuk memahami dasar keilmuan yang sedang dibahas.

Para pakar semua jenis keilmuan Indonesia niscaya perlu mengindahkan himbauan penulis buku ini agar segera mengikuti jejaknya, mewariskan suatu buku kepada generasi penerus, demi kejayaan bangsa Indonesia.

Judul Buku

Studi Kelayakan Proyek Pusat Listrik

Penulis

Ir. Agus Darmadi, SE, MM, IPU

Penyunting

Ario Subijoko

Penerbit

MKI dan Listrik Indonesia

Percetakan

Murtila Promosindo

Tahun

Januari 2013

ISBN

978-602-17358-0-0

Tebal

120 halaman





0 voters

0 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas