Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Sinergi MKI dan Para Pemangku Kepentingan untuk Percepat Transisi Energi

Sinergi MKI dan Para Pemangku Kepentingan untuk Percepat Transisi Energi
Dok. PLN

Listrik Indonesia - Ketua Umum MKI, Evy Haryadi mengatakan ada urgensi dalam mendiversifikasi sistem energi secara cepat untuk melakukan transisi energi. Untuk itu seluruh pihak perlu memanfaatkan sumber daya di dunia secara harmonis.

 

"MKI mengajak para pemangku kepentingan sektor energi untuk melakukan pendekatan less carbon melalui pengembangan EBT dan sumber daya fosil secara harmonis," ungkapnya.

 

Ia melanjutkan, MKI akan mendorong penggunaan teknologi yang efisien dan bersih dalam mendukung pengurangan emisi karbon secara global. Selain itu, transisi energi secara global mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan energi yang lebih bersih.

 

"Konferensi ini dirancang untuk mendiskusikan peluang dan tantangan serta memberikan solusi untuk persoalan yang timbul dalam transisi energi," tambah Haryadi.

 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mendukung penuh upaya MKI untuk mengonsolidasikan lini energi dari hulu hingga hilir yang ada di tanah air demi transisi energi. Hal ini penting dilakukan untuk mendorong kemandirian energi yang akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

 

"Kita membangun ekosistem yang kondusif untuk berkolaborasi dan berinvestasi. Untuk itu di sini MKI adalah "soko guru" dari ekosistem ketenagalistrikan kita. MKI adalah kekuatan yang luar biasa agar transisi energi bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

 

Dalam upaya ini, PLN telah berkomitmen melalui Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang paling hijau sepanjang sejarah. Yakni dengan target 51,6 persen tambahan pembangkit berbasis EBT atau sekitar 20,9 GW hingga 2030 serta membangun ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.

 

"Pemanasan global adalah masalah kita bersama. Jadi, MKI mari kita berkolaborasi, mari menyelaraskan derap langkah kita agar kita bisa maju bersama," tutupnya. (*)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button